AYAH:
"Anakku, Ayah sering main cari-carian denganmu. Setiap kali kamu dapat
temukan Ayah dengan cepat. Namun kali ini, Ayah memutuskan akan sembunyi lama
sekali. Kamu jangan terburu-buru mencari Ayah, tunggu sampai setelah kamu menghabiskan
10x kue tar.
Setelah
itu baru tanya pada ibu, dimana Ayah bersembunyi. setuju? Ayah akan sembunyi
lama sekali, pasti kamu rindu pada Ayah. Jadi agar kamu selalu teringat pada
Ayah, Ayah akan main sulap dan muncul dihadapanmu. Ilmu sulap Ayah adalah
dikala kamu tidur ayah akan muncul bermain dalam mimipimu.
Ketika
kamu memandang foto Ayah, Ayah juga sedang memandangmu secara tersembunyi.
Kamu
harus ingat, Ayah senantiasa mendampingimu, memandangmu tumbuh dewasa,
menatapmu makan sayuran. Ayah ingin meminta satu bantuan darimu, Ayah harap
kamu menjaga ibu dengan baik. Ayah akan lihat apa kamu melakukannya lebih baik
dari ayah dulu. Ayah pikir, permainan cari-carian kita kali ini sangat lama.
Kadangkala
ketika ibu tidak dapat melihat ayah, dia akan menangis secara sembunyi.
Menangis
secara sembunyi adalah aturan, berarti akan kalah main. Maka ketika ibu
menangis secara sembunyi, kamu harus membuatnya tersenyum kembali.
Kalau
tidak kalian kalah main, dia akan menangis lebih hebat lagi. Anakku, sekarang
kita akan memulai permainan. KAMU HARUS INGAT AYAH SANGAT MENCINTAIMU. SANGAT
SANGAT MENCINTAIMU. Ayah tidak meninggalkanmu hanya bersembunyi saja, bersembunyi
didalam rumah kita. Anakku, apa kamu sudah siap bermain? permainan dimulai.”
*saat
itu juga si ayah memulai permainannya, kamu tau apa permainan yang di buat si
ayah? dan kamu tau apa arti dari kata sembunyi? permainan yang dimaksud si ayah
adalah permainan untuk membuat si anak menjadi anak yang tegar, anak yang kuat,
anak yang mampu membuat orang tersenyum. Dan arti dari sembunyi adalah si ayah
pergi meninggalkan semua keluarga yang ia cintai termasuk anak dan istrinya, ia
meninggal. dan dimulailah permainannya. hingga terputar kembali memori saat si
ayah dan si anak bermain di Dapur, digendong, tertawa, tertidur bersama,
bermain tepung, memasak bersama, bermain boneka, hingga meniup kincir angin yang
terbentuk seperti bunga. Dan si ayah berkata lagi "AYAH TIDAK
MENINGGALKANMU, CINTA KASIH AYAH TETAP DISINI”. Dan terputar kembali memori saat
ayah dan anak sedang berjalan berdua, berpegangan tangan, bercanda bersama. 10
tahun kemudian, si anak tumbuh menjadi remaja yang cantik dan pintar*
ANAK:
"Ayah, aku telah menemukanmu, Ayah ada di dalam kamar baca, ada sebelum
aku keluar rumah, ada dalam foto, ada dalam kenangan masa kecilku. Aku juga
menemukanmu dalam kerinduan Ibu, dan dalam tubuhku pun aku dapat menemukanmu.
Ayah
aku tak peduli kamu bersembunyi dimana, aku tetap tau. Ayah bersembunyi dalam
kenangan Ibu. Bersembunyi dalam setiap sudut rumah. Ayah, tahukan Ayah? setiap
Ibu melanggar aturan, aku tetap berusaha untuk membuatnya tersenyum. Ayah, aku
memenangkan permainanmu. Dan kali ini, aku rindu Ayah. Ayah, aku rindu
padamu."
Best regard,
Muslimah wanna be ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar