Kamis, 11 Desember 2014

Sad Story





AYAH: "Anakku, Ayah sering main cari-carian denganmu. Setiap kali kamu dapat temukan Ayah dengan cepat. Namun kali ini, Ayah memutuskan akan sembunyi lama sekali. Kamu jangan terburu-buru mencari Ayah, tunggu sampai setelah kamu menghabiskan 10x kue tar.
Setelah itu baru tanya pada ibu, dimana Ayah bersembunyi. setuju? Ayah akan sembunyi lama sekali, pasti kamu rindu pada Ayah. Jadi agar kamu selalu teringat pada Ayah, Ayah akan main sulap dan muncul dihadapanmu. Ilmu sulap Ayah adalah dikala kamu tidur ayah akan muncul bermain dalam mimipimu.
Ketika kamu memandang foto Ayah, Ayah juga sedang memandangmu secara tersembunyi.
Kamu harus ingat, Ayah senantiasa mendampingimu, memandangmu tumbuh dewasa, menatapmu makan sayuran. Ayah ingin meminta satu bantuan darimu, Ayah harap kamu menjaga ibu dengan baik. Ayah akan lihat apa kamu melakukannya lebih baik dari ayah dulu. Ayah pikir, permainan cari-carian kita kali ini sangat lama.
Kadangkala ketika ibu tidak dapat melihat ayah, dia akan menangis secara sembunyi.
Menangis secara sembunyi adalah aturan, berarti akan kalah main. Maka ketika ibu menangis secara sembunyi, kamu harus membuatnya tersenyum kembali.
Kalau tidak kalian kalah main, dia akan menangis lebih hebat lagi. Anakku, sekarang kita akan memulai permainan. KAMU HARUS INGAT AYAH SANGAT MENCINTAIMU. SANGAT SANGAT MENCINTAIMU. Ayah tidak meninggalkanmu hanya bersembunyi saja, bersembunyi didalam rumah kita. Anakku, apa kamu sudah siap bermain? permainan dimulai.”

*saat itu juga si ayah memulai permainannya, kamu tau apa permainan yang di buat si ayah? dan kamu tau apa arti dari kata sembunyi? permainan yang dimaksud si ayah adalah permainan untuk membuat si anak menjadi anak yang tegar, anak yang kuat, anak yang mampu membuat orang tersenyum. Dan arti dari sembunyi adalah si ayah pergi meninggalkan semua keluarga yang ia cintai termasuk anak dan istrinya, ia meninggal. dan dimulailah permainannya. hingga terputar kembali memori saat si ayah dan si anak bermain di Dapur, digendong, tertawa, tertidur bersama, bermain tepung, memasak bersama, bermain boneka, hingga meniup kincir angin yang terbentuk seperti bunga. Dan si ayah berkata lagi "AYAH TIDAK MENINGGALKANMU, CINTA KASIH AYAH TETAP DISINI”. Dan terputar kembali memori saat ayah dan anak sedang berjalan berdua, berpegangan tangan, bercanda bersama. 10 tahun kemudian, si anak tumbuh menjadi remaja yang cantik dan pintar*

ANAK: "Ayah, aku telah menemukanmu, Ayah ada di dalam kamar baca, ada sebelum aku keluar rumah, ada dalam foto, ada dalam kenangan masa kecilku. Aku juga menemukanmu dalam kerinduan Ibu, dan dalam tubuhku pun aku dapat menemukanmu.
Ayah aku tak peduli kamu bersembunyi dimana, aku tetap tau. Ayah bersembunyi dalam kenangan Ibu. Bersembunyi dalam setiap sudut rumah. Ayah, tahukan Ayah? setiap Ibu melanggar aturan, aku tetap berusaha untuk membuatnya tersenyum. Ayah, aku memenangkan permainanmu. Dan kali ini, aku rindu Ayah. Ayah, aku rindu padamu."

Best regard,
Muslimah wanna be ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Strategi Pembelajaran Biologi