Selasa, 23 Desember 2014

Ada satu anak bertanya pada ibunya



Ada satu anak bertanya pada ibunya.
Anak : "mengapa ibu menangis?"
Ibu    : "Sebab ibu adalah perempuan, nak."
Anak : "Saya tak mengerti bu."
Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat.
Kemudian si anak bertanya pada ayahnya.
Anak : "Ayah, mengapa ibu menangis?"
Ayah : "Ibumu menangis tanpa sebab yang jelas, Semua perempuan memang sering menangis tanpa alasan."

Saat remaja, si anak bermimpi dan bertanya pada Tuhan.
"Ya Tuhan, mengapa perempuan mudah menangis?"
Dalam mimpinya ia merasa seolah mendengar jawabannya:
"Saat Ku ciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur."
"Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali menerima cerca dari si bayi itu apabila ia telah membesar."
"Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa."  
"Ku berikan kesabaran jiwa untuk merawat keluarganya walau dia sendiri letih, walau sakit, walau penat, tanpa berkeluh kesah." 
"Kuberikan wanita perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi dan situasi apapun. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada anak-anak yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didakap dengan lembut olehnya."
"Dan akhirnya, Kuberikan ia air mata, agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus kepada wanita, agar dapat ia gunakan bila masa pun ia inginkan.
Ini bukan kelemahan bagi wanita, kerana sebenarnya air mata ini adalah "air mata kehidupan." Wanita itu kuat,terutama Ibu kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Strategi Pembelajaran Biologi